Oleh: nisanoorlela | September 29, 2009

Tokoh Jurnalistikku

Agus Hermawan, ya beliaulah tokoh jurnalistikku. Lebih sering dipanggil pa agus, ya Beliaulah guru pertama yang pertama kali membimbingku di bidang jurnalistik, beliaulah yang selalu memberikan tuturan emas setiap kali ku lelah mencapai kesuksesan, dan beliaulah yang selalu setia menyiramkan air segar ketika ku dilanda api kegundahan. Mungkin kata” ini lebay, tapi jujur beliau itu merupakan tokoh yang begitu berarti dalam hidupku dalam mencapai kesuksesan ku semasa SMA ini, yaitu ketika aku dan teman” berusaha untuk mendirikan ekskul jurnalistik dan menerbitkan majalah sekolah.
Dan Alhamdulillah, akhirnya Allah mengizinkan aku untuk bertemu denganpenulis Favoritku itu di asrama haji. Jujur setelah tahu pa agus ada di palangkaraya, aku langsung ngajakin mamah untuk ngantar aku ke asrama haji, supaya bisa ketemu, ngobrol, tanya” ttg jurnalistik, banyak pokonya. Mungkin orang aneh, ngajak mamah??? Ga salah tuh! Bener kok, hehe aku ga bisa ngendarain motor jadi minta mamah deh yang nganterin. Tapi ga apalah, yg penting bisa ketemu pa Agus , ngobrol, foto bareng, bahkan kisah jurnalistik kami pun di masukin dalam buku edisi ke -3 nya pa Agus “Jangan Caci Maki Kegelapan, Nyalakanlah sebatang lilin”.

Alhamdulillah kemarin dan hari ini aku bisa bertemu lagi dengan pa agus, tapi sayangnya hanya sebentar. Waktu pulang sempet nanya sama ibu” panitia, “kapan lagi pa agus ke prayanya?”, “mungkin tahun depan lagi, untuk periode tahun ini udah selesai”. Jujur rasa ini rasanya sedih bgt, ya ampun ga sempat ngajak jalan”, atau bikin acara apa gituh sama pa agus di praya. Oh ku jadi inget bgt, pas pertama kali ketemu pa agus, waktu itu ngobrol” eh akunya malah diem, malah mamah yang banyak nanya.hehe. Pas besoknya atau hari ke-berapa gituh, aku sma temen” ngajakin pa agus jalan , sebenernya sore jam 4.eh..ternyata molor malah sampai setelah maghrib. Karena saking pengennya ngajakin jalan”, kami pun bikin perjanjian baru : jalan”nya setelah sholat maghrib aja. Dan terpaksa deh aku bolos tes evaluasi di SSC, hehe, mana ga ikut susulannya lagi. Erin tuh yang rajin bgt, dan anak sholeh bgt, dia ga ikutan jalan tapi ikut tes evaluasi ssc. Salut buat Erin. Hehe.

Ada beberapa hal yang selalu ku ingat di dalam benak, bahwa bila kita mendapatkan masalah , yakinlah akan terkuak sebuah pelajaran berharga dari masalah itu, janganlah padam semangat kreatifitas kita hanya karena besarnya apai tantangan. Ingat tantangan= pelajaran berharga. Dan satu lagi, kunci integritas: komitmen, konsisten, terbuka (jujur). Makasih pak, atas semua bimbingannya.

Buku itu di berikan padaku, untuk menunjang keinginanku

Ku baca tiap halaman

Ku pahami dan mulai ku dapatkan makna setiap isinya

Aku pun merasa menjadi jiwa baru

Serasa di charger, ga lowbattery lagi

Tapi menjadi lebih semangat

Untuk mewujudkan impianku

Mendirikan ekskul jurnalistik

Tanpa basa-basi, akupun bertanya” jurnalistik

Meminta bimibingan dan arahan

Hingga bertemu beliau di kota cantik ini

Bahkan cerita sms ku pun dimasukin buku

Hehe, malu dan terharu

Apalagi ada foto kami juga

“ Pa Agus, terimakasih banyak telah memberikan kami banyak arahan dan bimbingan. Apalagi kunci integritasnya, selalu saya ingat pak. Maaf pak, tak banyak yang bisa kami berikan. Kami hanya bisa berdoa dan berharap, semoga kami bisa bertemu dan diskusi jurnalistik lagi dengan bapak, amin.sampai berjumpa lagi ya pak..n_n”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: